Tampilkan postingan dengan label Suka-Suka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suka-Suka. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 April 2020

Tips Sederhana Saat Berkunjung ke Singapura 2020


Beberapa tips mungkin sudah masuk di artikel lengkap jalan-jalan keluarga biAsha ke Singapura, tapi bentuknya kayak curhatan di buku diary yang tulisannya panjang kali lebar. Jadi aku coba rangkum beberapa tips nya disini terpisah dan lebih singkat.
Semoga bermanfaat buat orang-orang yang pertama kali ke Singapura kayak aku.

1. Cari diskonan

Sering-sering update promo diskon dari berbagai maskapai dan aplikasi ticketing. Karena gak semua maskapai ada di aplikasi ticketing, kayak Airas*a yang punya website dan aplikasi khusus diluar aplikasi ticketing, padahal sering banget ngasih tiket promo. Kalo tanggal pergi dan pulangnya pas di tanggal-tanggal dengan diskon, wah kalian bisa dapet tiket setengah harga biasanya lho.
Kalo di aplikasi ticketing seperti Travel*ka, kalian bisa gunakan kode promo yang mereka bagikan saat ada momen-momen tertentu. Seperti kami yang pake diskonan dalam rangka perayaan Imlek. Biasanya bisa dapet diskon bahkan cashback. Apalagi kalo belinya tiket PP + hotel, lebih banyak diskonnya.

2. Pertama sampai di Bandara Changi

Saat akan keluar melalui Imigrasi, jangan lupa ambil kertas putih yang sudah disediakan di dekat dinding. Jangan terlena dengan bagusnya Changi airport, sibuk selfie foto-foto akhirnya ke Imigrasi gak bawa berkasnya. (Itu kami 😂🤣)
Form berisi data diri kita orang asing yang masuk ke negara Singapura. Kalo gak bisa bahasa inggris tenang aja, disitu juga disediakan terjemahan form dalam berbagai bahasa, kita tinggal lihat terjemahan dengan bahasa melayu yang masih mirip-mirip sama bahasa Indonesia.
Nama, Nomor Paspor, Tempat Tinggal, Tempat Tinggal di Singapura (biasanya nama hotel, tapi karena kami tinggal di apartemen jadi kami tulis alamat apartemennya), Dari Kota mana, Akan Ke Kota mana (mungkin bagi yang masuk Singapura untuk negara transit aja, karena kami memang tujuannya cuma ke Singapura jadi ya ditulis dari JAKARTA, setelah dari Singapura ke JAKARTA.)
Setelah semua terisi, baru deh lewat bagian Imigrasi untuk diperiksa form yang sudah diisi tadi, paspornya, kemudian cap dua jempolnya.
Untuk yang bawa anak biasanya diminta untuk digendong karena pegawai Imigrasi ingin lihat jelas muka anaknya sama gak sama yang di paspor.
Keluar dari Imigrasi, petugas akan kasih sobekan formnya seperti ini, dan harus disimpan selama kita ada disana.
Oiya, yang beda di tahun 2020 ini ada jalur khusus untuk pendatang yang dari atau transit di negara-negara tertentu terkait pandemic virus Corona atau Covid-19. Bagi pendatang dari negara China, Iran, Italy, dan Korea Selatan (ataupun sempat transit dari negara tersebut), harus melalui jalur khusus di Imigrasi, yang mungkin akan di tes kesehatannya dan lain-lain.

3. Menuju Jewel Changi Airport

Jewel Changi letaknya berada di terminal 1, jadi kalo pesawat kalian turun di terminal 2 dan 3 tinggal cari aja jembatan penghubung ke terminal 1 yang cuma berjarak 5-10 menit jalan kaki (tenang ada eskalator jalan juga kok biar gak capek-capek). Kalo turunnya di terminal 4 ada shuttle bus gratis untuk ke terminal 1.
Letak Jewel Changi paling ujung kiri, jadi kalo keluar dari kedatangan cari aja jalan ke kiri terus sampe mentok, nanti baru kelihatan petunjuk arahnya.

4. Kendaraan keluar dari bandara

Waktu itu kami lebih memilih pakai Grab untuk menuju ke hotel karena belum tau situasi. Biaya sekitar $20 SGD dari Changi ke hotel kami yang ada di Orchard Rd.
Sebenarnya ada shuttle bus dan stasiun MRT langsung dari Changi, letaknya di dekat lift menuju Jewel, nanti ada tanda Train to City dan Bus to City.

5. Kartu dan Biaya Transportasi

Bagi pemilik akun bank Jenius, kartu debit Jenius bisa dipakai untuk kartu transportasi di Singapura baik bus ataupun MRT. Tapi tidak bisa digunakan untuk naik shuttle bus ke Singapore Zoo dan monorail Sentosa Express, dan special bus lainnya.
Untuk biayanya tergantung jarak ya, dan yang tertulis disitu total biaya transportasiku selama sehari-hari, baik itu naik bus ataupun MRT. (Yang tertulis sudah total dalam sehari)
Bagi yang gak punya, kalian bisa mengurus kartu transportasi untuk turis di kantor tiket yang ada di beberapa stasiun MRT. Atau beli aja kartu EZ Link yang bisa digunakan dimana aja.
Waktu itu sudah mau ngurus tiket untuk anak, tapi sama petugasnya dibilang gak usah, cukup digendong aja atau ditaruh di stroller. Kami mengurus tiket anak karena kalo di Indonesia Ipo sudah kena tiket sendiri untuk naik KRL, MRT dan bus transjakarta, karena tinggi badannya, eh ternyata disini belum kena biaya. Di Singapura anak dibawah umur 7 tahun masih gratis biaya.
Untuk Shuttle Bus ke Singapore Zoo, bagi yang kartunya gak bisa dipake kalian tetep naik aja karena supir tidak menerima uang cash. Nanti waktu akan balik ke Stasiun Khatib, kalian bisa beli tiket shuttle bus di mesin tiket yang tersedia di tempat pemberhentian bis nya, harganya cuma $1 SGD/orang.
Menuju Sentosa Island ada monorailnya sendiri yaitu Sentosa Express. Kalo gak ada EZLink kalian bisa beli tiketnya di Vivo City (mall) seharga $4 SGD/ orang, dan bisa dipake seharian.

6. Naik Transportasi 

Cara Naik Bis dari pintu depan ya yang ada pak sopirnya, nanti tinggal tap kartu debit/kartu transportasi di mesin tap yang ada di dekat pintu. Saat akan turun pencet dulu tombol yang ada di tiang-tiang dalam bis (gak usah bilang "kiriiii paak" 🙈). Nanti bis akan berhenti di pemberhentian bis selanjutnya, gak bisa berhenti di tempat-tempat seenaknya ya, naik dan turun tetep di bus-stop. Saat akan turun, tinggal tap lagi kartunya di mesin tap yang ada di pintu keluar atau pintu belakang. Oiya, mesin tap nya ini ada dua di kanan kiri masing-masing pintu, jadi gak perlu antri lama deh kalo mau keluar masuk bis, tinggal pilih aja mau tap ke mesin yang mana.
Pastikan kartu kalian tertempel dengan benar, biasanya akan muncul tulisan "Have a nice day", berarti itu berhasil. Karena suami sempet waktu keluar bis kartunya gak ter-tap dengan benar tapi bis nya keburu pergi, jadi biayanya dihitung dengan biaya rute terjauh.

Untuk naik MRT, seperti kalo naik KRL atau MRT biasa. Tap kartu debit/kartu transportasinya di pagar pintu masuk, tinggal cari jalur yang akan dituju, kemudian tunggu keretanya deh. Kartunya di tap lagi di pagar pintu keluar.
Memang agak ruwet ya jalur transportasi di Singapura ini, banyak jalur, tapi justru bisa dipelajari dengan mudah karena diatur sedemikian rupa agar penumpang dari dalam maupun luar negeri gak bingung. Bagusnya setiap tujuan punya jalur berbeda-beda, tinggal cari sesuai warnanya. Bahkan stasiun MRT sampe punya 3 basement karena 1 basement cuma untuk 2 jalur kereta, kalo 1 stasiun dilewati 6 jalur ya berarti ada 3 basement. Beda sama disini ya, yang harus nyari dulu kereta yang kemana ada di jalur berapa, tandanya pun cuma di depan kereta, ya gitulah pokoknya. (Gak pernah berani naik KRL dan MRT sendiri di Jakarta karena pasti nyasarnya 😭).

Bis pun begitu, setiap pemberhentian bis punya jalur sendiri-sendiri. Jadi hampir gak pernah naik bis di halte yang sama karena tujuannya memang beda-beda (walaupun di dekat apartemen ada bus stop, tapi masih harus jalan dulu ke bus stop yang lain). Setiap bus stop nanti ada papan tulisan bis nomor berapa aja yang akan lewat situ dengan tujuan kemana aja, tinggal menyesuaikan mau naik bis nomor berapa.
Untuk lihat mau naik MRT jurusan apa dan Bis nomor berapa, kalian tinggal cari aja di gmaps atau peta yang tersedia di bandara (kalo bisa baca peta. Kalo aku gak bisa 😭). Di gmaps lengkap banget, tinggal masukkan tujuan, nanti akan ditunjukkan kalian harus jalan berapa meter, ke bus-stop yang mana, naik bis nomor berapa, bahkan bisnya akan datang berapa menit lagi. Begitu juga kalo ingin naik MRT, di gmaps akan ditunjukkan kalian harus ke stasiun mana, naik kereta yang jurusan apa dan warna apa, harus transit di stasiun apa, dan juga kereta datangnya berapa menit lagi.
Warga Singapura emang terkenal disiplin ya, mereka sudah terbiasa menunggu lampu pejalan kaki bewarna hijau untuk menyeberang walaupun sepi, begitu juga naik turun bis harus dari pintu yang sesuai, begitu juga di dalam bis dan MRT lho. Di dalam bis maupun MRT tersedia bangku khusus prioritas, tapi walaupun penuh mereka gak ada yang seenaknya aja tuh duduk di bangku prioritas. (beda banget ya sama disini 🤭) Bahkan orang tua yang merasa dirinya kuat pun lebih memilih berdiri walaupun kursinya kosong, jadi biar gak malu kalo salah duduk dilihat bener ya tanda di tempat duduknya, biasanya bangku prioritas bewarna beda. Tidak seperti di Indonesia yang bangku prioritasnya ditaruh di pojokan gerbong aja, tapi di Singapura bangku prioritas ada di setiap deret tempat duduk, yang membedakan hanya warnanya saja.
Ada yang beda di Grab Singapura, yaitu ada biaya tambahan kalo supir nunggu penumpang terlalu lama diatas 5 menit. Kebiasaan di Indonesia yang nunggu supir Grab lama banget (waktu keluar bandara Changi pun nunggu agak lama),  jadi kami pesan saat masih di dalam apartemen. Ternyata supir Grab sudah ada di depan apartemen, jadi waktu turun dan keluar apartemen lebih dari 5 menit, alhasil kena tambahan biaya $3 SGD. Jadi sebaiknya kalo mau pesan Grab kalo kalian sudah siap di depan tinggal naik.

7. Penginapan

Kalo kalian backpaker sendiri ataupun rombongan dengan low budget, banyak penginapan, hostel dan hotel yang menawarkan harga murah tapi model capsule gitu. Cuma ruangan sempit dengan satu kasur tapi lengkap fasilitas dan kamar mandinya diluar atau dipakai bersama. Atau model dormitory yang satu kamar banyak kasur, jadi bisa sekamar dengan turis lain.
Sebenernya gak masalah sih ya modelan
begini karena emang cuma buat tidur sebentar karena bakal banyak jalan-jalannya. Tapi karena ada anak, jadi lebih cari hotel dan apartemen.
Hari pertama kami di hotel dulu karena seperti yang sudah kubilang tadi, kalian bisa dapat potongan harga kalo beli tiket pesawat + hotel.
Alasan memilih apartemen seperti yang sudah pernah diceritakan, karena butuh fasilitas dapur, mesin cuci dan setrika. Kami seharusnya berlima, jadi lebih enak dan menyenangkan kalo bisa tinggal serumah.
Dengan adanya fasilitas kami bisa menghemat bawa baju karena bisa dicuci, disetrika, kemudian dipakai lagi. Juga menghemat biaya makan karena bisa masak sendiri, ya minimal masak mie instan yang dibawa dari Indonesia atau beli disana. Atau juga bisa memanaskan makanan yang dibawa dari Indonesia dengan microwave.
Semua sabun, shampo, sabun cuci piring, bahkan detergen tersedia. (Handuk juga tersedia ya, yang gak ada sikat gigi dan pasta gigi, bawa sendiri). Alat masak dan alat makan lengkap, mesin cuci dan setrika tinggal pencet, alat tidur pun gak ada yang kurang.
Lengkap kan fasilitasnya.
Tapi karena lengkap, juga jadi lebih mahal harganya. Sebenarnya harganya sama dengan hotel, kalian bisa search di a*rbnb atau travel*ka, tapi yang mahal adalah biaya tambahannya yaitu cleaning fee dan service fee.
Jadi kalo kalian sendirian atau keluarga kecil tidak menyarankan untuk sewa apartemen, mending hotel aja. Tapi kalo rombongan atau bawa keluarga yang jumlahnya agak banyakan, apartemen sudah terbaik. (Kan bisa patungan 👍)

8. Tiket Atraksi atau Tempat Wisata

Masih karena ada diskonan dalam rangka perayaan Imlek, kami beli beberapa tiket atraksi atau tempat wisata jauh-jauh hari juga. Jadi dengan kode promo kami bisa dapat potongan harga yang lumayan. 
Dengan membeli tiket online di aplikasi ticketing, kalian gak perlu antri lagi di loket tiket, langsung masuk aja ke pintu masuk untuk di scan barcode yang ada di tiket onlinenya, paperless. 
Tapi jangan lupa dibaca semua syarat dan ketentuannya ya, seperti tanggal kunjungan kita kesana. Ada tempat wisata yang tiketnya bisa dipakai bahkan 2 bulan dari tanggal yang kita input. Tapi ada tempat wisata yang tiketnya cuma bisa dipakai di tanggal yang di input. Ada juga tiket yang gak bisa di redeem di tempat wisata, ada tempat khusus untuk redeem. Jadi harus hati-hati dan lebih teliti ya.
Kalo memang kalian jalan-jalannya tanpa rencana dan itenerary yang jelas, bisa beli tiket on the spot aja baik di loket tiket ataupun beli online tiket juga bisa langsung digunakan.

9. Makan dan Minum

Sebagai Muslim, kami gak cuma cari makanan yang murah ya 😂 tapi juga harus halal. Ada beberapa tempat makan yang pasang tulisan Halal seritifikat dari Majelis Ulama Singapore, tapi banyak juga yang gak ada tulisannya.
Emang paling aman itu ke tempat makan yang sudah terkenal menyediakan menu ayam, seperti kf* dan m*d, tapi mahal banget 😭. Sekali makan bisa abis $50 SGD atau sekitar 500 ribu rupiah, padahal kami budget untuk sekali makan sekitar $10-20 SGD.
Gak ada menu nasi lagi 😭😭😭. Jadi kalo makan di kf* ataupun m*d itu makan ayamnya pake kentang gaess, kentang goreng atau mashed potato. Oiya, ada yang modelan ayam juga namanya Jollyb*e dan ada menu nasi 😍 tapi tetep aja mahal 😅.
Jadi kami lebih milih ke resto-resto pinggir jalan atau resto di foodcourt yang menyediakan menu ayam. Biasanya kami memesan Chicken Rice (nasi uduk dengan ayam), nasi padang, atau nasi briyani. Orang Indonesia banget ya kemana pun yang dicari nasi 😂 sebenernya kalo kami berdua aja gak masalah mau makan apa aja, tapi si bocah gak kenyang kalo gak makan nasi dan harus seporsi sendiri 😅 jadi emang perjuangan tersendiri buat cari makan tuu.
Di beberapa tempat sudah banyak yang jual makanan Indonesia, dan yang lagi trend yaitu Ayam Penyet. 😂 (walopun ayamnya gak dipenyet, cuma ayam di sambelin gitu doang). Sampai beberapa kali kami nemuin resto khusus yang jual ayam penyet khas indonesia, dan ada resto yang menambahkan menu baru yaitu ayam penyet 😂 (tapi dimahalin).
Tips kalo di foodcourt yang campur-campur gitu, kalo memang gak ada yang pajang sticker halal, biasanya ada yang nempel tulisan "No Pork, No Lard". Atau cari yang menunya bener-bener cuma nyediain menu ayam dan sapi. Karena ada beberapa yang restonya namanya chicken blablabla tapi gambar babinya segede-gedenya 😂 lebih gede daripada gambar ayamnya.
Kalo pengen yang lebih praktis lagi, kalian bisa beli makanan instan yang tinggal dipanasin di microwave, harganya sekitar $4-6 SGD. Bisa dibeli di minimart Sevel, bahkan disediakan juga microwavenya, tinggal pencet-pencet deh.
Untuk minum, kalian gak perlu kuatir karena banyak tempat yang menyediakan tempat pancuran air minum dan untuk isi ulang botol air minum, terutama di stasiun, tempat wisata dan bandara. Jadi cukup bawa botol air minum kalian kemana-mana.
Kalo mau beli air minum botolan di minimarket juga banyak, tapi harganya sekitar $1,5-2 SGD, mahal yess ukuran botol medium aja masyak 20rebu. Tapi kami lebih sering ngisi botol air minum di hotel, apartemen,  tempat wisata dan bandara. Karena beberapa stasiun gak menyediakan tempat untuk minum, mau ngisi di kran kamar mandinya tapi tidak meyakinkan karena ada beberapa stasiun yang jorok. 😑 (Stasiunnya banyak yang bersih gaess, tapi ada yang jorok juga 😅)
Kalo punya uang $2 SGD, kami lebih milih beli jus jeruk yang ada finding machinenya. Enak dan seger banget gaess jus jeruknya (bojo sampe sekarang kadang masih sering ngidam dan masih kebayang-bayang sama rasanya 😂), tanpa gula, jadi bener-bener jeruk peras.

10. Oleh-oleh

Biasanya 

11. Toilet

 Kayaknya gak penting ya bahas toilet, tapi buat cewek-cewek terutama orang Indonesia yang terbiasa buang air kecil pake air untuk bilas toilet itu penting. Di Singapura toilet tidak menggunakan bidet atau pancuran air didalam wcnya (apalagi ember dan gayung, gak ada), kecuali di tempat wisata dan bandara. Biasanya toiletnya ada tandanya seperti ini, yang gak ada tandanya berarti hanya menggunakan tissue toilet.
Jadi sebaiknya kalian bawa tissue basah kemana-mana, terutama untuk yang gak biasa cuma pake tissue toilet aja. Karena pasti rasanya agak risih gitu ya kalo cuma pake tissue toilet, apalagi kalo BAB terus cuma dibasuh sama tissue kan gimana gitu.

12. Pulang dari Bandara Changi

Kalo kalian sudah punya list bakal bawa oleh-oleh banyak, sebaiknya kalian sudah beli bagasi saat beli tiket pulang. Karena nambah/beli bagasi di bandara lebih mahal. Dan jangan kuatir kalo kalian gak bisa ngira-ngira itu koper yang bakal masuk bagasi sudah pas atau berlebihan beratnya, karena di Changi Airport tersedia timbangan koper.
 
Banyak yang setelah timbang koper disini harus terpaksa bongkar kopernya lagi, karena yang bisa masuk kabin hanya seberat 7kg. Untuk kasus kami, kami bongkar koper lagi karena koper yang akan masuk bagasi ternyata masih bisa dimasukin 4kg lagi (kami beli bagasi 20kg) jadi biar agak enteng gitu koper yang dibawa ke kabin. (karena kami bawa stroller juga)
 
Di Changi Airport ini hampir semua Self-Service. Untuk check-in langsung pake mesin ini, tinggal masukkan kode tiket, scan pasport, keluar deh tiket dan tanda bagasinya.
Tips saat membeli tiket pulang selain membeli bagasi, tapi juga pastikan nama lengkap kalian sama persis dengan pasport, sampai nama belakang. Karena suami cuma ngisi namanya tanpa nama belakang di tiket pulang, alhasil tiketnya gak bisa keluar dari mesin karena gak sama dengan yang ada di pasport yang discan.
Akhirnya kami harus menghubungi customer service pesawat yang akan kami naiki, jadi dibantu untuk check-in manual.
Seharusnya setelah tiket dan tanda bagasi tercetak, ada antrian lagi di mesin untuk memasukkan koper ke bagasi (lagi-lagi self service). Jadi koper yang akan dimasukkan ke bagasi harus kita tempel dulu tandanya (yang biasa ditempel di pegangan koper), kemudian tinggal di scan dan masukkan kopernya ke mesin.
Imigrasinya pun self-service dong, tinggal scan pasport gitu di mesin juga. Tapi untuk yang bawa anak seperti aku harus manual ketemu sama petugas imigrasi langsung untuk di cek data dan muka anaknya. Disini petugas minta anaknya digendong (gak boleh di stroller) biar kelihatan mukanya, beda saat masuk Indonesia petugas Imigrasi bilang "gak usah digendong bu kalo berat anaknya", baik banget emang orang Indonesia.

Semoga Bermanfaat

Selasa, 01 Januari 2019

Puas Belanja dan Kulineran di BigBang, Jakarta

Setelah sekian purnama kami tak dipertemukan, akhirnya bisa ketemu dan jalan-jalan bareng lagi. Udah janjian dari minggu kemarin karena tante Intan udah kangen sama Ipo Markipo (iya, cuma sama Ipo bukan kangen sama Mabeb 😂). Tercetuslah untuk bareng ke Big Bang Jakarta yang sebenernya acaranya udah dari minggu lalu, dan Mabeb udah beli tiket pre-sale nya tapi baru sempat kesini hari terakhir.
Sebelumnya kita janjian dulu di mall buat makan siang, karena jam buka Big Bang jam 12 jadi masih banyak waktu sebelum kesana. Setelah jajan-jajan syantik dan makan sampe kenyang baru meluncur ke JI Expo tempat acara Big Bang.
Jadi Big Bang Jakarta ini acara sale akhir tahun gitu, walaupun gak sebesar event lain kayak PRJ, Jakarta Fair atau JakCloth. Gak begitu banyak yang bikin booth disana, kalo dibanding event lain yang lebih besar ya gak banyak sih tapi tetep banyak diskon-diskon bertebaran dan menyenangkan mata buibu ini. 
Yang paling nyenengin itu ada Pucuk Coolinary di tengah-tengah ini. Banyak tenant kuliner dari makanan sampe jajanan, bahkan ada beberapa tenant yang jual duren dan aromanya menggoda banget.
Karena masih kenyang jadi kami memutuskan untuk jalan-jalan dulu. Hmmm laper mata? Banget. Pengen banget ngeborong, apalagi sama peralatan dapur yang diskonnya besar-besaran. Tapi inget, kalo beli mau ditaroh dimana? Rumah belum jadi ini 😭 hiks. Jadi cuma bisa nahan keinginan untuk beli sambil ngusapin iler 😂. Semoga pas rumah jadi ada diskonan lagi dong 🤤
Amiin-kan yaa nak.. 😆🙏
Yang banyak di sale itu mainan, Mabeb dan Pabeb pun laper mata dan beliin beberapa buat Ipo yang lagi seneng banget mobil-mobilan. 

Minggu, 16 Desember 2018

Ayam Goreng ala Korea di Kyochon Chicken

Akhirnya kesampean juga makan ayam ala Korea di Kyochon Chicken. Waktu masih jadi ELF alias fan girl-nya Super Junior, semua video tentang Suju di download, dari MV-nya, reality show yang ada mereka, performnya, bahkan iklan yang mereka bintangi pun di download. Salah satunya ya iklan Kyochon Chicken. Jadi dari jaman baheula udah penasaran banget sama ayam ala Korea ini, kok kayaknya enak banget, apa karena yang megang tu ayam para oppa hahahah 😂
Kyochon Chicken baru ada di Jakarta aja, itupun di mall-mall tertentu. Baru kesampean sekarang nyobain makan di Kyochon Chicken yang ternyata ada juga di MKG, tempatnya agak nyempil sih di tengah-tengah MKG yang sebesar itu, jadi baru tau juga.
Tentu saja pesen menu andalannya, yaitu Kyochon Wings. Rasa favoritnya Honey Wings, tapi kami order Mix Wings aja sekalian nyobain rasa yang lain. Mix Wings itu berisikan Original wings, Honey wings, dan Red wings masing-masing 4pcs. Buat yang gak mau bagian sayap ayam, ada menu drumsticks dan Salsal chicken atau boneless chicken strip dengan pilihan bumbu yang sama.
Paling mantul rasanya emang yang honey wings ya, rasa manis gurih dari bumbu madunya itu enak banget. Buat pecinta makanan pedes Red wings nya juga enak, pedas tapi masih terasa rempah dan gurihnya. Uniknya walaupun dibalur dengan bumbu, ayamnya masih crunchy.
Menu andalannya yang lain yaitu Galbi Chicken Steak with Kimchi Fried Rice. Panjang yess namanya. Kalo di menu sebenernya Galbi Chicken Steak nya bareng Garlic butter rice, dengan pilihan upgrade tambah telur dan upgrade menjadi Kimchi Fried Rice dengan biaya tambahan tentunya. Sehingga kami pesan dengan upgrade Kimchi Fried Rice, tapi tetap order Garlic Butter Rice juga. Mungkin orang Korea makan ayam aja udah berasa makan yaa, tapi namanya juga orang Indonesia ya teteup harus ada nasi hehehe.
Ini enak banget ya tuhaann, ku jatuh cinta sekalee sama menu satu inii, endeus surendess. 😍 

Minggu, 28 Oktober 2018

Nonton Pertandingan Bola AFC U-19 (Indonesia vs Jepang)

Cerita berawal dari inisiatif Mabeb yang nyoba ngerayu Pabeb, "kamu gak pengen nyoba nonton (pertandingan sepak) bola di stadion kah? Indonesia vs Jepang loh, hari minggu lagi", sambil mata kedip-kedip dan senyum menggoda (?) 😘
FYI, Pabeb ini fans berat klub sepak bola Manchester United dan punya pendirian kalo bakal nonton pertandingan sepak bola live pertama kali adalah di stadion Old Trafford dan nonton MU pastinya. Jadi berkali-kali Mabeb ngajakin buat nonton pertandingan klub sepak bola lokal maupun nasional gak pernah mau. Dan entah ada angin apa atau mungkin karena abis gajian, mendadak Pabeb meng-iya-kan ajakan Mabeb kali ini tapi sambil masih setengah rela.
Perburuan Tiket
Hari Kamis, pukul 21.00.
Pabeb sudah mulai buka website PSSI. Sambil masih setengah ragu-ragu bener mau nonton apa engga, beli tiket atau engga, ragu-ragu harus membantah pendiriannya selama ini pengen nonton pertandingan sepak bola di Old Trafford dulu, tapi disisi lain dia pengen ngeliat langsung pertandingan bola U-19 yang lagi hot prestasi dan mainnya.
Sebagai pemula dan pertama kalinya beli tiket pertandingan sepak bola secara online, ternyata dimudahkan banget sama websitenya PSSI ini. Di laman utama udah langsung ada jadwal pertandingan yang akan berlangsung dan tinggal klik tombol Beli Tiket tepat dibawah jadwalnya. Kemudian muncullah denah kursi di dalam Stadion GBK yang dibeda-bedakan per kategori dengan warna, lain warna lain harga.
Denah Kursi per kategori di Stadion Gelora Bung Karno
Ntah karena jaringan internet yang agak lemot, atau karena memang website PSSI lagi dikunjungi ribuan orang yang juga lagi berburu tiket secara bersamaan, berkali-kali server down, mendadak ng-blank, berkali-kali refresh, loadingnya lama banget, pas sudah ke akses sebentar eh ilang lagi. Belum lagi pas milih seat berkali-kali ditolak karena seat itu juga sedang dipilih oleh orang lain. Sudah bisa pilih satu seat, seat kedua yang gak bisa dipilih. Setelah bisa pilih dua seat, isi data diri cepet-cepetan, waktu udah klik konfirmasi eh ng-blank lagi dong. Di refresh, ilang. Begitu aja terus sampe akhirnya kami putus asa, apalagi tiap kali refresh lihat semakin banyak seat yang berubah warna dari biru ke merah yang berarti sudah banyak kursi atau tiket yang terjual. Udah kayak berburu tiket mudik, pake 2 handphone dan 1 tablet buat buka websitenya dan hasilnya nihil. Pabeb putus asa tapi biasa aja, ya udah berarti emang harus nonton di Old Trafford dulu pikirnya. 
Mabeb juga sebenernya juga putus asa, ya udah berarti gak jadi nonton, toh iseng aja ngajakin Pabeb nonton pertandingan bola. 😅 Jam setengah 12 malem, semua udah tidur, sedangkan Mabeb masih nguprek hape. Iseng-iseng buka website PSSI lagi dan milih seat, gak nyangka doong bisa kepilih seatnya sampe ngisi data diri smooth banget gitu, lancar jaya. Sampe deg-degan loh aku waktu mau transfer pembayaran, karena gak nyangka kok bisaa, udah sampe tahap akhir inii belum bilang Pabeb, mau bangunin juga kasihan, mana milih seatnya asal banget tadi karena emang cuma coba-coba tadi kan, mau mundur tapi belum tentu dapet lagi besok, cuma dikasih waktu 15 menit juga untuk transfer atau berarti batal beli dan tiket akan dijual lagi. Ah udahlah, transfer aja. Kalo nanti Pabeb marah ya dijual ke orang, kalo gak marah ya berarti jadi nonton walaupun duduknya tadi gak tau dimana karena asal pencet. Dan JENG JENG.. tiket udah ke beli, cepet banget konfirmasinya, langsung masuk ke email juga e-ticket nya.

Subuh, Pabeb tanya "gak nyoba cari tiket lagi?"
Mabeb jawab malu-malu, "Udah kebeli hehe" 🙈 sambil waswas nunggu reaksi Pabeb.
Pabeb buka emailnya, "Hah jam 12 malem??" eh malah ketawa dia tau istrinya beli tiket jam segitu karena kelihatan di jam email masuk.
Jadi tips buat kalian para ticket hunter: coba setiap 15-30 menit sekali untuk refresh dan beli tiket, karena seat yang mungkin udah bewarna merah (terjual) bisa berubah jadi biru lagi kalo orang yang beli tadi belum bayar tiketnya. Dan kalian bisa coba hunting tengah malem sih pas sepi pengunjung website ya kan. 😅
Perjalanan menuju Stadion
Minggu, pukul 16.00.
Setelah sholat ashar kami udah berangkat doong, secara pertama kali nonton pertandingan sepak bola di stadion jadi pengen lihat situasi dulu. Beberapa kali ke Stadion GBK tapi kan cuma diluarnya aja, jadi pengen nyari gerbangnya, pintu masuknya, gate kita ada di sebelah mananya. Dan kami kan harus menempuh perjalanan jauh yess dari ujung ke ujung jakarta 😅
Di sepanjang jalan beberapa kali kami iring-iringan sama pengendara yang juga pake jersey timnas. Wah samaan kita mau nonton di stadion, berasa ada temennya. Pas udah di Semanggi, Mabeb udah feeling gak enak lihat di depan ada pengendara motor yang diberhentiin Polisi. "Beb tunggu beb, berhenti, kayaknya itu gak boleh lewat situ motornya". Pabeb berhenti di tengah persimpangan jalan lurus dan jalan belok kiri, tapi masih kekeuh mau terus karena Gmaps nya nunjukin ke arah sana. Alhamdulillah ada ibu-ibu dipinggir jalan melambai-lambai tangannya ngasih tau, "lewat sini mbak.. lewat sini.." sambil nunjukin jalan belok kiri dan beberapa motor emang lewat situ. Akhirnya kami mundur sedikit dan langsung belok kiri dan memang jalan khusus motor lewat jalan dibawah terowongan gitu. Aku dadah-dadah ke ibu tadi sambil bilang "Makasih ya bu..". Coba kalo masih ngeyel lurus tadi pasti udah ditilang. Gitu Pabeb masih ragu "masa gak boleh lurus sih? itu ada motor disitu. Aku gak tau jalan ini". Hellooo, iya disitu ada motor lewat tapi ditilang dulu pasti. 😑 Udah ikutin aja lah motor-motor ini kemana toh cuma satu jalur. Dan ujung-ujungnya jalan yang lewat bawah dan berkelok-kelok tadi juga ke jalan yang sama nantinya, cuma beda beberapa menit doang. Huftt deh..
Hati-hati ya gaess, selalu lihat rambu-rambu lalu lintas, terutama di Jakarta yang jalannya bertumpuk-tumpuk (ada flyover, dibawahnya ada jalan, eh dibawahnya jalan masih ada jalan lagi) bikin bingung, dan banyak banget jalan-jalan yang mendadak gak dibolehin buat motor gitu. Kalo gak hafal jalan-jalan khusus gitu berkali-kali kena tilang kayak kita, namanya juga orang luar Jakarta tapi ya polisi gak mau tau juga sih. Pokoknya hati-hati.
Masih di jalan tapi sudah mendekati kawasan stadion, jalanan memerah, semakin banyak terlihat orang pake baju merah dan pake jersey timnas. Keren bangeeett, kami amazed banget sepanjang perjalanan bisa ngelihat lebih banyak orang pake baju merah daripada jaket ijo (ojol) yang tiap harinya menuhin jalanan ibu kota. 😂
Masuk Stadion
Coba-coba lihat stadion dulu dari deket, baca situasi nanti kita harus kemana. Ada fasilitas jual jajanan macem-macem gini juga buat yang pengen jajan sebelum lihat pertandingan. Setelah dirasa ngerti nanti harus kemana, kami memutuskan untuk berdiam dan santai dulu diluar masjid, yang masih satu kawasan dengan stadion, sambil nunggu maghrib
Si bocah gaya sok imut dan gaya hormat graakk! 😂
Sekarang banyak gaya kalo tau mau di foto 😅
Oiya, mengenai sholat ini sempet rame diperbincangkan ya, karena mushola yang kurang luas di dalem stadion sedangkan penonton kan puluhan ribu orang. Mungkin kalo kayak kami yang jadwal pertandingannya agak jauh dari waktu maghrib yang sebentar, jadi masih bisa ikut sholat di masjid yang masih berada di satu kawasan stadion walaupun agak jauh. Tapi kalo yang sudah terlanjur masuk stadion sebelum maghrib atau pas jadwal pertandingannya mepet sama waktu sholat, agak susah sholat di dalem. Mushola ada, tapi kata beberapa orang jauh dan kurang luas. Jadi aku lihat banyak yang sholat dadakan di pinggir stadion dengan alas seadanya dan wudhu di toilet sampe becek semua. Semoga lebih diperbanyak ya mushola dalem stadionnya, diperluas juga karena mayoritas supporter Indonesia kan muslim, dan Alhamdulillah banyak yang faham tentang kewajiban sholat kan.
Setelah melaksanakan sholat maghrib, kami bergegas menuju stadion. Ternyata dari gerbang yang deket masjid dengan gerbang yang harusnya kami masukin itu jauh banget, harus jalan berputar setengah lingkaran stadion dulu. Lumayan olahraga banget jalan cepet sambil bawa bocah 10kilo, napas ngos-ngosan, keringat bercucuran (?) 😅 Mau foto bagusnya lampu-lampu stadion GBK di malem hari juga jadinya blur karens ngos-ngosan ini.
Jadi dipinggir stadion itu ada pager hitam itu, kemungkinan yang dibuka cuma 1 pager biar semua masuk satu pintu yang sama.  (Ditengah perjalanan menuju kesini tiba-tiba ada pager yang dibuka karena ada bus mau keluar, si Pabeb nyelonong aja dong masuk pager padahal udah diteriakin petugas 😑Mabeb yang ketinggalan bingung tapi akhirnya dibolehin masuk karena mungkin kasihan bawa anak 😅 sedangkan yang lain tetep harus masuk lewat pager yang lain. Pabeb ternyata nungguin dibalik bus yang keluar tadi 😑) Setelah masuk pager kita harus nyari zona lagi untuk masuk ke stadionnya.  Di dalem zona ada pintu-pintu lagi yang nunjukin tempat duduk kita harus masuk melalui pintu yang mana.
Jadi kebayang yaa.. setelah masuk pager yang besar, kami cari zona 9 kemudian masuk di door 34 untuk nyari kursi nomer 7 di baris 12.
Bayangan yang masuknya dempet-dempetan, antri rusuh, dan gak nyaman mendadak hilang musnah. Karena emang teratur banget, antri pasti, tapi gak banyak (apa mungkin karena masuknya agak awal atau mungkin karena beberapa sudah masuk dari tadi). Di depan gate tiap zona udah ada polisi berjaga buat geledah isi tas dan bawaan, kemudian masuk ada petugas untuk scanning barcode e-ticket kalo berhasil bisa langsung cari pintu. Jadi sebenernya gak perlu di print ya e-ticket nya, tapi kami juga bawa print-printan buat jaga-jaga. Dan gak perlu dituker ke tiket fisik lagi kayak dulu, sudah serba canggih mah sekarang yak.
Mungkin karena kami bawa anak jadi gak diperiksa terlalu detil kayak yang lain. Cuma ditanyain "gak bawa rokok kan?" engga pastinya, karena Pabeb bukan perokok. Botol minum tetep gak diperbolehkan, disediakan plastik buat naruh isi minuman. Agak gimana gitu ya bawa air di dalem plastik, kurang ikan cupangnya aja. 😅 Tapi ya pegimana, gak bisa nyalahin juga karena supporter Indonesia belum bermental baik dan masih sering rusuh, dikuatirkan tu botol-botol minum dilempar ke lapangan kalo pas mereka lagi emosi kayak yang udah-udah, belum lagi nyampah.
Tinggal cari deh tuh kursi sesuai tiket.
Stadion udah bagus, kursi sudah bagus, bernomer biar tertib dan gak perlu rebutan kursi, gak perlu takut gak kebagian tempat duduk, gak perlu takut harus cepet-cepetan dateng buat dapet posisi bagus (cepet-cepetannya cukup saat beli tiket aja). Gitu masih aja ada oknum supporter yang gak bisa diajak maju yess.
"Gak perlu sesuai nomer lah, bukan nonton bioskop ini"
KHAMPHUNGGAAAN!!!
Diajak maju kok susah banget. Terus kalo kalian seenak udel duduk di kursi orang, terus orangnya yang sesuai kursi dateng  kemudian kalian suruh duduk kursi lain seenaknya juga, pas yang punya kursi sebenernya malah ngusir mereka, kalian mau tanggung jawab? Atau kalian pergi ke kursi lain, pas di kursi lain yang punya kursi dateng pindah lagi. Apa gak capek? Yang kayak gitu, ADAAaa. Banyaak.
Alasannya karena di saat pertandingan banyak yang lebih memilih berdiri di tangga dan gak duduk di kursinya (hmm supporter Indonesia gak bisa anteng emang kan ya), tapi kan ada beberapa orang yang butuh duduk juga dong. Udah susah-susah berebut kursi waktu beli tiket loh, kemudian gak bisa duduk di kursi yang dia perjuangin? kan sedih aku tuu.
Sebelum Pertandingan
Jadi dalam satu tiket yang dibeli itu kita bisa nonton dua pertandingan sepak bola, yaitu Qatar vs Thailand, dan Indonesia vs Jepang. Walaupun tujuannya cuma mau nonton timnas Indonesia, tapi bagi yang mau diperbolehkan nonton pertandingan sebelumnya. Waktu kami masuk, Qatar vs Thailand masih bertanding karena berakhir seri dan harus perpanjangan waktu. Udah rame banget karena banyak yang udah masuk dan nonton dari tadi. Supporter Indonesia ntah kenapa belain timnas Thailand dan mulai bersorak "Thailand..Thailand.."
Tapi sayang banget, ternyata Thailand harus kalah dari timnas Qatar dengan skor 6-3. Pengen ketawa aja saat timnas Qatar sengaja mancing emosi supporter Indonesia yang belain timnas Thailand. Apalagi waktu ada ntah pejabat dari negaranya sana yang pake sorban dan gamis putih panjang malah dadah-dadah dan berhasil bikin supporter Indonesia neriakin mereka "Huuuuuu..." 😂😂😂
Timnas Jepang masuk lapangan untuk pemanasan, sebelumnya mereka menunduk hormat dulu ke supporter Jepang yang ada di tengah-tengah supporter Indonesia. Respect banget sih sama budaya sopan santun mereka dengan berterimakasih karena ada yang mau dateng dan mendukung mereka. Yaa walaupun tetep diteriakin supporter Indonesia dengan "Huuu..." dan teriakan "Indonesia..." berulang-ulang setelah timnas Indonesia masuk lapangan untuk pemanasan juga.
Yel-yel gak berhenti-berhenti, bahkan mereka bikin ombak manusia di stadion. Lucunya, kalo ada yang gak kompak diteriakin "Huuu..." rame-rame satu stadion hahaha 😂 Dan setelah beberapa kali percobaan, ombak manusia satu stadion berhasil sampe 2 kali keliling.
Saat Pertandingan
Pertandingan dimulai, timnas Indonesia dan timnas Jepang memasuki lapangan setelah ganti baju. Diawali dengan National Anthem Jepang, dan ada beberapa oknum supporter yang malah teriak "Huuu..." dan ada beberapa supporter yang teriak "Ssstt... hargai lah...". Alhamdulillah yaa masih ada yang NGERTI, faham kalo membela negara sendiri itu bukan berarti tidak menghargai negara orang lain apalagi tamu. 😧 Ini lagu kebangsaan lho, kalian gak mau kan kalo pas lagu Indonesia Raya di "Huuu.."in sama negara lain apalagi kalo pas kalian tamu di negara lain.
Waktu satu stadion menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sumpah merinding banget, bahkan aku sempet mbrebes mili, terharu. Receh banget sih, tapi aku sensitif sama yang gini-gini. 😂 Keren gilaakk.. Gak lupa mengheningkan cipta untuk bencana alam yang sedang menimpa saudara-saudara kita di Palu dan Donggala, semoga tetap kuat, tabah, dan segera bangkit kembali. Amiin.. (mengheningkan cipta pun gak bisa hening ya dasar orang Indonesia 😢 huft)

Pengalaman Melahirkan Anak Kedua dengan Metode ERACS

 Beberapa hari sebelum lahiran, ada video viral seorang artis yang mengaku 2 jam setelah melahirkan secara C-section sudah bisa duduk, 4 jam...