Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Februari 2016

Reuni Sos '06

Kiky dari Jakarta dateng ke Malang, kali ini bukan untuk ng-date lagi.. tapi buat ngurus surat rekomendasi dosen dan sertifikat akreditasi jurusan.. weww.. buat apa? Dia mau lanjut S2..yeeyyy!!!
Alih-alih nemenin dia, aku plus Veve jadi ikutan berkunjung ke kampus tercinta ini.. gedung baru (saat kita tinggalkan) kini sudah banyak berubah. Sudah bukan 1 gedung lagi, tapi 2.. dan kita bingung kantor jurusan dimana??  banyak banget ruangannya yak..

Sabtu, 04 Februari 2012

Pencerahan, Enlightenment, Lumières, Aufklärung


Pencerahan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aliran utama pemikiran yang berkembang di Eropa dan Amerika pada abad ke-18. Perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan intelektual pada abad ke-17, seperti ; penemuan-penemuan Isaac Newton, munculnya aliran pemikiran Rasionalisme oleh Rene Descartes, atau pemikiran Skeptismenya Pierre Bayle, Panteismenya Benedict de Spinoza, dan Filsafat Empirisme dari Francis Bacon dan John Locke, sangat menunjang berkembangnya kepercayaan terhadap hukum alam dan prinsip universal. Perkembangan ini juga menumbuhkan rasa kepercayaan akan kemampuan akal manusia, dan hal ini tersebar hingga mempengaruhi pola pikir seluruh masyarakat Eropa dan Amerika pada abad ke-18. Arus-arus pemikiran pada masa itu cukup banyak dan bervariasi, akan tetapi beberapa ide dapat digolongkan sebagai ide hasil serapan dan ide dasar. Pada masa Pencerahan, pendekatan berdasarkan rasio dan ilmu pengetahuan terhadap persoalan agama, sosial, dan ekonomi menjadi tren di masyarakat, sehingga hal ini menghasilkan sebuah pandangan yang bersifat duniawi atau sekuler dan juga membangun opini umum tentang kemajuan dan kesempurnaan di berbagai bidang. (www.ora_et_labora/enlight/prephil.htm)

Jumat, 29 Juli 2011

Televisi Sebagai Sumber Informasi yang Rasional atau Irrasional?


Teknologi diciptakan manusia untuk memudahkan segala aktivitas manusia, sehingga hampir seluruh aspek kehidupan manusia menggunakan teknologi dan komputerisasi. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa di era yang membutuhkan informasi serba cepat, teknologi memang sangat diperlukan dan bermanfaat bagi manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, telah diciptakan berbagai alat rumah tangga yang dirancang sedemikian rupa untuk mempermudah penggunaannya dan semakin canggih dengan pengendalian komputer. Dengan teknologi berbagai aktivitas dapat berjalan lebih cepat, efektif dan efisien, sehingga tidak heran jika manusia di zaman ini merasa sangat membutuhkan teknologi.

Kamis, 28 Juli 2011

Analisis Film “Sicko”


Peran merupakan perilaku yang diharapkan seseorang yang menempati suatu status dalam masyarakat. Seseorang dikatakan telah melaksanakan suatu peran jika telah menjalankan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya sesuai dengan kedudukannya. Seiring dengan adanya konflik antara kedudukan-kedudukan maka konflik peran (conflict of role) juga dapat terjadi.

Sabtu, 19 Februari 2011

SOSIOLOGI UB 2006



SOSIOLOGI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
ANGKATAN 2006(Penelitian @Batu)
Buka Bersama @ Ayam Rocker

Senin, 10 Januari 2011

Hipotesis Mahasiswa Misterius yang Berhasil Mematahkan Jawaban Profesor

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan".

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".

"Tentu saja," jawab si Profesor,

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.
Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya." Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein .

Source: http://www.whooila.com/2010/12/hipotesis-mahasiswa-misterius-yang.html

- - - - - - - - - - -

Baca artikel ini mengingatkan aku dengan mata kuliah Teori Sosiologi Post-modern.. Disitu ada tokoh bernama Nietzsche, atau Sang Pembunuh Tuhan. Tokoh Sosiologi yang mengajarkan untuk berpikir rasional, bahkan terus mempertanyakan keberadaan roh absolut atau bisa disebut Tuhan. Pada hari diskusi tentang Nietzsche ini berlangsung, setiap anak diajak berpikir kenapa kalian percaya Tuhan? bagaimana kalian membuktikan Tuhan itu ada?. Setiap anak mengeluarkan pendapatnya dan kepercayaanya bahwa Tuhan benar-benar ada, tapi dua dosen di depan kami terus mematahkan pendapat kami. Saat itu aku hanya terdiam, aku tidak berani mengeluarkan pendapatku (biasanya juga gitu..hhew), tapi kali itu aku ingin benar-benar diam sampai akir. Aku mencoba mempertahankan keimananQ pada Tuhan, walau memang di akhir diskusi kesimpulannya adalah jangan berhenti untuk terus berpikir rasional dan teruslah mempertanyakan sesuatu. Bagiku, tidak untuk urusan Tuhan. Biarlah Tuhan tetap menjadi sesuatu yang menguasai segalanya dan tidak dapat digambarkan dengan akal pikiran manusia. Bahkan Nietzsche pun di akhir hayatnya mengakui adanya roh absolut yang berada diluar kekuasaan kita, walopun dia mengakui itu setelah sembuh dari gila. Percayalah pada sesuatu yang kalian anggap ADA.

Minggu, 12 Desember 2010

Budaya Penggemar Musik Pop Korea

Qisthina. 0610010040. Budaya Penggemar Musik Pop Korea (Studi pada Pola Konsumsi dan Produksi ELF Super Junior di Kalangan Pelajar Kota Malang). Pembimbing1. Dr. Ratih Nur P., M.Si., Pembimbing2. Arief Budi N., S.Sos, M.Si


ABSTRAK

Saat ini tidak jarang seorang individu tergabung dalam kelompok penggemar yang menggemari objek tertentu, baik berupa barang-barang antik, buku, musik, tokoh tertentu dan sebagainya. Berawal dari Hallyu wave atau gelombang korea atau fenomena Korean Fever, menjadikan segala sesuatu yang berbau Korea menjadi begitu populer di kalangan masyarakat terutama para kawula muda. Begitu juga dengan musik K-pop, singkatan dari Korean Pop (Musik Pop Korea), yaitu jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan, dengan aliran musik R&B serta Hip-Hop yang berkiblat ke Amerika karena pasaran utamanya adalah remaja. Uniknya setiap grup K-pop ini memiliki sebutan masing-masing bagi para penggemarnya. Salah satunya adalah “E.L.F. (Ever Lasting Friends)” yang merupakan sebutan dari fans dari group Super Junior. Kepenggemaran pada musik K-pop ini juga terjadi di kalangan pelajar Kota Malang. Penggemar musik K-pop dan penggemar Super Junior (ELF) khususnya, memiliki budaya tersendiri yang dirasa dapat menjadikan mereka lebih dekat dengan idolanya, salah satunya adalah kegiatan konsumsi dan produksi. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui, pertama bagaimana pola konsumsi dan produksi penggemar Super Junior (ELF) di kalangan pelajar Kota Malang. Kedua, apa motif konsumsi dan produksi penggemar Super Junior (ELF) di kalangan pelajar Kota Malang.

Dalam penelitian ini menggunakan teori hiperrealitas dan simulasi, serta teori masyarakat konsumsi dari Jean P. Baudrillard, didukung dengan teori yang dikemukakan oleh Henry Jenkins tentang budaya penggemar. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif deskriptif eksplanatori dengan pendekatan fenomenologi. Untuk mendapatkan hasil penelitian, peneliti menggunakan metode pengamatan, metode wawancara, dan metode dokumenter serta menggunakan teknik analisis data secara horisonalisasi.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa penggemar musik K-pop melakukan pola konsumsi sebagai budaya penggemarnya. Pola konsumsi yang sering dilakukan yaitu membeli barang-barang yang berhubungan dengan idolanya, baik berupa musik album, tas, kaos, poster, dan pernik lainnya, mengunduh video idolanya dan mengikuti acara-acara yang diadakan sesama penggemar. Selain melakukan pola konsumsi, penggemar juga melakukan pola produksi, baik berupa produksi ulang maupun reproduksi sebagai salah satu budaya penggemar, yaitu berupa barang-barang yang dihasilkan dari fans untuk fans (by fans for fans), fan fiction, beberapa blog yang memberitakan kegiatan idolanya serta membuat acara-acara untuk sesama penggemar.

Kata kunci :Budaya, Penggemar, Musik Pop Korea

Pengalaman Melahirkan Anak Kedua dengan Metode ERACS

 Beberapa hari sebelum lahiran, ada video viral seorang artis yang mengaku 2 jam setelah melahirkan secara C-section sudah bisa duduk, 4 jam...